Senin, 07 April 2014

Cara memilih caleg dengan baik dan benar

Apa kabar rakyat Indonesia ?
2 hari lagi kita memasuki hari bersejarah buat bangsa dan Negara ini.
Hari dimana pada 9 April itu masyarakat Indonesia akan menentukan pilihannya kepada para pejabat yang akan mewakili Rakyat di DPRD Kab, DPRD Prov, DPR RI, dan DPD.

Sebelum saya masuk kepada inti pembicaraan dari judul postingan ini "Cara memilih caleg dengan benar", saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya sewaktu Pemilu 2009. Pada pemilu 2009 saat itu saya bertindak sebagai Ketua KPPS, dan jelas saya sebagai Warga Negara Indonesia juga memiliki jagoan tersendiri untuk duduk di DPR. Jelas pemilih cerdas itu tidak memandang apa dia keluarga, tetangga atau kerabat. Tetapi Kita harus memilih caleg yang betul-betul mampu mewakili rakyat dan berpihak pada rakyat. Terus, jika jagoan kita datang menghampiri kita dan ingin memberikan sejumlah uang agar kita bisa bantu agar suaranya banyak, apa yang akan Anda lakukan ?
Jujur, waktu Pemilu 2009 yang lalu seminggu sebelum hari pencoblosan, saya terkadang kalau malam pergi bersembunyi dan menutup pintu rumah rapat-rapat, namun terkadang walau tengah malam, bahkan jam 3 subuh masih ada caleg yang datang bertamu. Ini yang membuat saya agak sedikit menghindar dari bingar-bingar politik di tahun 2014 ini, karena alasan saya jelas bahwa caleg itu BANYAK BOHONGNYA.

Entah ganjaran apa yang akan dia dapat.
Disini saya akan memberikan tips cara memilih caleg dengan benar, bukan bermaksud menggurui saudara-saudara sekalian.

1. Keseharian.
Sebelum Anda menentukan pilihan, coba amati atau telusuri keseharian dari caleg tersebut sebelum dia mencalonkan jadi caleg. Karena sekarang itu caleg itu baik semua dan pintar mempengaruhi masyarakat.

2. SDM.
Perhatikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, jangan sampai caleg itu hanya pintar berbicara didepan umum. Bayangkan jika Dewan kita yang terpilih nantinya itu tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni.

3. Akhlak
Walau Kesehariannya baik kepada masyarakat, dan ilmu pengetahuannya tinggi, namun akhlaknya buruk, mau tidak mau caleg tersebut jika nantinya duduk di dewan maka akan mudah tergiur dengan uang banyak, dan ujung-ujungnya akan KORUPSI.

Itulah 3 hal yang saya perhatikan sebelum menentukan pilihan saya.
Terima kasih.
Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kritik dan saran anda kami tunggu dan jika ada yang kurang menarik comment aja terimakasih atas perhatiannya semoga tambah barokah Aamiin.